Breaking News

Tuesday, 25 November 2014

Objek Wisata Air Terjun Kaliurang Yogyakarta

Objek Wisata Air Terjun Kaliurang Yogyakarta - Tempat yang terkenal untuk berenang di Kaliurang adalah air terjun Telogo Muncar dan kolam renangnya tentunya. Resor Kaliurang menawarkan bukan hanya pemandangan hijau yang indah tapi juga udara yang sejuk. Jika Anda ingin melarikan diri dari keramaian kota dan kesibukan Anda sehari-hari,  tempat inilah yang paling tepat. 

Berada di sebelah selatan lereng gunung Merapi, dan berjarak  sekitar 28 kilometer dari Yogyakarta. Resor ini berada di dataran tinggi dengan ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Merasakan udara sejuk menyentuh kulit Anda  merupakan salah satu hal yang bisa Anda dapatkan di resor ini selain bersantai, berenang dan jalan-jalan. 




Kenyamanan inilah yang akan membuat Anda betah berlama-lama tinggal di tempat yang mengingatkan kita akan lukisan alam di buku gambar sewaktu kita kecil dulu. Di area resor kaliurang terdapat Taman Rekreasi Kaliurang, ke arah timur tedapat Taman Wisata Plawangan Turgo, sejumlah monyet yang berloncatan dari dahan pohon yang satu ke yang lain, kicau burung yang riang dan tangga berundak-undak. 

Untuk mendapatkan semua ini sebaiknya Anda menyusuri setiap sisi resor Kaliurang yang menakjubkan. Rasakan keindahan pemandangan tropis di sini. Saat matahari bersinar, Anda dapat menyaksikan panorama pegunungan yang dramatis dan warna biru samudera Hindia di cakrawala atau sekedar berjalan-jalan menikmati udara segar dan ponorama resor yang mempesona.

Transportasi


Berjarak 28 km dari Yogya, resor gunung ini dapat dengan mudah diakses dengan mobil. Bus dan mikrolet beroperasi secara rutin antara Yogya dan Kaliurang.

Akomodasi


Jika Anda ingin menikmati udara dan heningnya malam di Kaliurang tidak perlu cemas karena akomodasi mudah didapatkan di sini. Banyak hotel, bungalow, villa dan penginapan tersedia. Harganya cenderung tergantung dengan fasilitas yang ditawarkan.

Hotel-hotel di Kaliurang diantaranya adalah Hotel Kana Mountain View dengan taman bermain dan tempat berkemah, hotel ini cocok bagi keluarga.
Resor Kalirurang memiliki banyak villa mulai dari villa standar sampai villa mewah.

Read more ...

Friday, 21 November 2014

Objek Wisata Pantai Tanjung Benoa Bali

Objek Wisata Pantai Tanjung Benoa Bali - Tanjung Benoa merupakan tempat wisata di Bali yang terkenal akan pantainya. Tempat ini juga merupakan sarana wahana air seperti banana boat, scuba diving, surfing, dll. Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup seekor kura-kura, ular, jalak bali, dan sebagainya.

Pantai Tanjung Benoa adalah salah-satu pantai yang cukup terkenal di Pulau Bali, dengan keindahan pantai dan wisata airnya yang beraneka ragam telah membuat pantai Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata air (watersports) dan menjadi salah salah objek tujuan wisata. Berbagai kegiatan dapat dilakukan di pantai ini seperti bersantai bersama teman atau keluarga, berjemur, berjalan-jalan sepanjang pantai, berenang dan lain-lainnya.




Pantai Tanjung Benoa sangat tenang airnya, berbeda dengan di Kuta, Sanur atau Uluwatu yang berombak besar sehingga menjadikan kawasan Pantai Tanjung Benoa ini sebagai satu-satunya tempat untuk permainan-permainan olah raga air yang menyenangkan.

Kegiatan olah raga air ini biasanya dimulai di pagi hari sekitar jam 8 sampai dengan jam 12-an, setelah jam 12 siang itu air akan surut dan boatnya tidak bisa lagi dipergunakan untuk permainan-permainan atau sebaliknya pagi air laut surut dan siang hari air pasang maka aktifitas dilakukan siang sampai sore hari.

Pantai Tanjung Benoa merupakan salah satu pantai yang memiliki memiliki pasir putih dan ombaknya yang relatif tenang membuat pantai ini sangat cocok untuk tujuan liburan bersama keluarga. Seperti pantai lainnya, Pantai Tanjung Benoa juga akan memberikan anda tempat wisata yang memiliki keunikan dan keindahannya sendiri.

Akses yang mudah ditempuh menuju Pantai Tanjung Benoa sehingga banyak wisatawan datang. Di kawasan pantai ini juga tersedia areal parkir kendaraan, kios cenderamata, hotel dan rumah makan di sekitar pantai serta kebersihannya juga cukup terjaga.

Jenis olahraga air yang bisa dinikmati di sini antara lain adalah:

  1. Snorkeling. Berenang di permukaan laut sekaligus bisa melihat langsung kehidupan alam bawah seperti ikan dan terumbu karang.
  2. Sea Walker. Berjalan di dasar laut dengan menggunakan helm yang kedap air.
  3. Banana Boat. Menggunakan perahu karet tunggal, ditarik oleh speed boat berkeliling pantai dalam waktu 15 menit. Kapasitas muatan banana boat ini adalah maximal 4 orang plus 1 orang instruktur sebagai pendamping.
  4. Parasailing. Payung parasut yang ditarik oleh speed boat mengeliling pantai Tanjung Benoa. Waktu permainan ini satu putaran sekitar 4 menit di udara.
  5. Wakerboard. Wakeboard adalah permainan menantang adrenalin di Tanjung Benoa. Di tarik dengan speedboad and meluncur dengan board. Sangat seru dan menantang.
  6. Waterski. Menginjak papan ski ditarik oleh speed boat, jadilah seperti olahraga ski atau selancar.
  7. Jetski. Seperti mengendarai sepeda motor di laut, kira-kira sekitar 20 menit.
  8. Scuba Diving. Menyelam menggunakan perlengkapan diving komplit mulai dari pakaian, tangki oksigen dll.
  9. Rolling Donut. Rolling Donut adalah salah permainan favorit di Tanjung Benoa. Anda akan duduk di sebuah pelambung berbentuk kue donut dan ditarik dengan speed boat.
  10. Flaying Fish. Flying fish adalah permainan untuk 2 orang dengan menggunakan boat khusus, lalu ditarik dengan speedboat kecepatan cukup tinggi, boat ditarik itu akan terbang seperti layang layang.
  11. Glassbottom Boat. Glass Bottom Boat & Pulau Penyu,  menaiki perahu yang di bawahnya ada kaca bening dan terlihat berbagai kehidupan di bawah laut.

Selain olahraga air diatas, pesona lain pantai ini adalah Pulau Penyu. Disebut Pulau Penyu, karena pulau ini merupakan tempat penangkaran berbagai spesies penyu yang sudah mulai langka. Pulau ini yang berjarak kurang lebih 30 menit perjalanan dengan perahu.




Berjarak kurang lebih 30 menit perjalanan menggunakan perahu/boat Pulau Penyu yang merupakan tempat penangkaran berbagai spesies penyu yang hampir punah. Penangkaran ini sendiri bernama Pudut Sari, di Pulau ini juga terdapat galeri yang menjual berbagai macam cinderamata.

Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan harus menaiki perahu beralas kaca alias glass bottom yang memungkinkan menikmati pemandangan bawah laut selatan Bali yang indah. Tarif sewa perahu sekitar Rp 50.000 per orang.
Read more ...

Wisata Pulau Pramuka Kepulauan Seribu

Wisata Pulau Pramuka Kepulauan Seribu - Pulau Pramuka adalah salah satu gugusan Kepulauan Seribu yang merupakan pusat pemerintahan kabupaten administrasi Kepulauan Seribu. Dengan menempuh jalur laut selama 2,5 jam dari Muara Angke dengan menggunakan kapal transportasi kita akan sampai di dermaga Pulau Pramuka. Kapal transportasi ini berangkat setiap harinya pukul 07:00 dan 13:00 baik dari Muara Angke atau Pulau Pramuka.

Pulau Pramuka sendiri merupakan pulau berpenduduk yang mulai berkembang menjadi daerah pariwisata beberapa tahun belakangan ini karena keindahan alam di sekitar pulau ini dan penduduk yang ramah. Jernihnya air laut yang biru, terumbu-terumbu karang yang indah dan pulau pasir putih di sekitar membuat setiap orang yang pernah pergi ke pulau ini ingin kembali lagi ke Pulau Pramuka.




Sebagai pusat pemerintahan Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka memiliki fasilitas-fasilitas yang diperlukan warga atau wisatawan mulai dari tempat penginapan (homestay), rumah makan, rumah sakit, masjid, lapangan olahraga, dll. Fasilitas yang ada terawat dengan baik sehingga akan memberikan kenyamanan pada wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. 

Di dalam Pulau Pramuka sendiri terdapat sebuah penangkaran Penyu Sisik yang di kepalai oleh Bapak Salim. Penyu-penyu ini dikembangbiakan dan di rawat dalam satu area ini. Para wisatawan dapat menyentuh langsung penyu-penyu ini untuk mendapatkan wawasan mengenai penyu ini. Apabila penyu-penyu ini sudah cukup umurnya, maka mereka akan dilepaskan di tepi pantai.




Yang luar biasa dan membuat kita lebih nyaman di pulau ini adalah keramahan penduduk sekitar yang sering membantu, menyapa dan tersenyum kepada para wisatawan. Memang sudah menjadi kebiasaan penduduk sekitar untuk saling membantu sesama karena hubungan persaudaraan masih sangat dekat antara warga yang satu dan yang lain. Maka jangan heran apabila suatu hari Anda kembali lagi ke Pulau Pramuka penduduk pulau ini akan menyapa Anda walaupun Anda sudah lupa kepada mereka

Yang menjadi poin utama dari wisata Pulau Pramuka ini adalah gugusan terumbu karang yang tersebar di sekitar Pulau Pramuka. Dengan menggunakan baju pelampung, sepatu katak, masker dan snorkle kita akan bisa melihat keindahan terumbu karang berwarna-warni secara langsung dan ikan-ikan hias yang berenang di terumbu karang juga sangat indah. Pengalaman Anda snorkling di Pulau Pramuka akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan dalam hidup Anda.

Kegiatan yang dilakukan oleh wisatawan di Pulau Pramuka ialah snorkeling dan diving. Tapi ada juga yang bersepeda mengelilingi Pulau, tapi tidak ada motor disini, hanya ada sepeda dan kapal nelayan. Kapal nelayan inilah satu-satunya alat transportasi untuk menuju ke pulau disekitarnya.

Selamat berwisata dan menikmati keindahan alam Pulau Pramuka..!!
Read more ...

Monday, 17 November 2014

BBM Naik Penyesalan Pilih Jokowi Sebagai Presiden

BBM Naik Penyesalan Pilih Jokowi Sebagai Presiden - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi pada malam. Harganya menjadi Rp 8.500/ liter, naik Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 6.500/ liter. 

"Harga BBM baru yang akan berlaku pukul 00.00 WIB terhitung sejak tanggal 18 November 2014," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/11/2014). Dalam pengumuman ini, Jokowi didampingi oleh Wapres Jusuf Kalla, Mendikbud Anies Baswedan, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan sejumlah menteri-menteri bidang ekonomi yang mayoritas mengenakan kemeja putih.

Turut naik juga solar menjadi Rp 7.500 / liter. Naik Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 5.500/ liter.




Kenaikan harga ini berlaku mulai Selasa, 18 November 2014 pukul 00.00 WIB.

Muncul pertanyaan mengapa Jokowi tak menaikan 2 jenis BBM itu sebesar Rp 3.000. Lalu apa alasan Jokowi menaikan BBM tersebut sebesar Rp 2.000?

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, angka Rp 2.000 itu merupakan hasil kalkulasi matang pemerintah. Dia mengatakan angka itu sangat tepat pada masa sekarang ini.

"Kalau Rp 3.000 kita khawatir karena pertama dampak inflasinya lebih besar," ujar Menkeu Bambang, di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/11/2014).

Menkeu menambahkan, angka kenaikan Rp 2.000 merupakan angka yang pas bagi pre‎mium dan solar. Angka kenaikkan itu juga mengacu pada rata-rata pergeseran harga minyak dunia.

"‎Jadi Presiden sudah memutuskan Rp 2.000 adalah angka yang terbaik baik premium maupun solar. Kalau solar masih lebih besar lagi subsidinya," ucapnya.

Bambang juga menambahkan, dengan adanya kenaikan Rp 2.000 hal ini tidak memberatkan pemerintah. "Pokoknya yang sekarang itu dalam kondisi yang terbaik. Di satu sisi bisa menciptakan ruang fiskal," ujarnya.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Akibat kenaikan ini, sejumlah pengecer bensin mulai menaikan harga bensin.

Jika sebelumnya para pengecer menjual bensin premium dengan harga Rp 8.000 per botol, kini mereka menjual dengan harga menjadi Rp 10.000 per botol.

“Selama ini pemerintah memerlukan anggaran untuk membangun infrastruktur, namun anggaran tidak tersedia karena dihamburkan untuk subsidi BBM,” jelas Jokowi di Istana Negara, Senin (17/11/2014) malam. 

Oleh karena itu, mau tidak mau, pemerintah dengan terpaksa harus menaikan harga BBM Subsidi. Jokowi menaikan harga premium sebesar Rp 2.000 per liter dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan untuk solar juga mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000 per liter dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500. 

Menurut Jokowi, dengan kenaikan harga tersebut, subsidi tidak dihilangkan tetapi hanya dialihkan ke hal yang produktif seperti pembangunan infrastruktur berupa jalan, bandara dan juga pelabuhan. 

Selain itu, pemerintah juga akan mengalihkan subsidi tersebut langsung kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Keluarga Sejahtera.
Read more ...

Sunday, 16 November 2014

Wisata Sejarah pelabuhan Sunda Kelapa

Wisata Sejarah pelabuhan Sunda Kelapa - Sunda Kelapa atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Ikan merupakan sebuah pelabuhan tua yang terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pelabuhan bersejarah  ini merupakan cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada abad ke 16 atau tetapnya pada tanggal 12 Juli 1527. Pelabuhan yang sudah dikenal sejak abad ke 12 ini dahulu merupakan pelabuhan penting kerajaan Sunda yang beribukotakan Pakuan Pajajaran (sekarang kota Bogor). 

Namun jauh sebelum kerajaan Sunda berdiri, kerajaan Tarumanegara sudah terlebih dahulu berdiri. Kerajaan ini kemudian diserang oleh kerajaan kuat Sriwijaya dari Sumatera, oleh karena itu penduduk di sekitar pelabuhan ini menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa ibu mereka yang merupakan asal bahasa nasional Indonesia.




Karena posisi pelabuhan Sunda Kelapa yang stategis sebagai pusat perdagangan di Asia. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah merapat di pelabuhan ini membawa barang komoditi seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu. 

Maka banyak kerajaan nusantara dan bangsa Eropa berusaha untuk menguasai pelabuhan ini, namun akhirnya Belanda lah yang  berhasil berkuasa. Sebenarnya pelabuhan ini sudah beberapa kali berganti nama, namun pada 1970-an, nama kuno "Sunda Kelapa" kembali digunakan sebagai nama resmi pelabuhan bersejarah ini.

Sejarah

Pelabuhan Kalapa telah dikenal semenjak abad ke-12 dan kala itu merupakan pelabuhan terpenting Pajajaran. Kemudian pada masa masuknya Islam dan para penjajah Eropa, Kalapa diperebutkan antara kerajaan-kerajaan Nusantara dan Eropa. Akhirnya Belanda berhasil menguasainya cukup lama sampai lebih dari 300 tahun. Para penakluk ini mengganti nama pelabuhan Kalapa dan daerah sekitarnya. Namun pada awal tahun 1970-an, nama kuno Kalapa kembali digunakan sebagai nama resmi pelabuhan tua ini dalam bentuk "Sunda Kelapa".

Masa Hindu-Buddha

Menurut penulis Portugis Tomé Pires, Kalapa adalah pelabuhan terbesar di Jawa Barat, selain Sunda (Banten), Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk yang juga dimiliki Pajajaran. Sunda Kelapa yang dalam teks ini disebut Kalapa dianggap pelabuhan yang terpenting karena dapat ditempuh dari ibu kota kerajaan yang disebut dengan nama Dayo (dalam bahasa Sunda modern: dayeuh yang berarti kota) dalam tempo dua hari.

Pelabuhan ini telah dipakai sejak zaman Tarumanagara dan diperkirakan sudah ada sejak abad ke-5 dan saat itu disebut Sundapura. Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk milik Kerajaan Sunda, yang memiliki ibukota di Pakuan Pajajaran atau Pajajaran yang saat ini menjadi Kota Bogor. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.

Masa Islam dan awal kolonialisme Barat

Pada akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16, para penjelajah Eropa mulai berlayar mengunjungi sudut-sudut dunia. Bangsa Portugis berlayar ke Asia dan pada tahun 1511, mereka bahkan bisa merebut kota pelabuhan Malaka, di Semenanjung Malaka. Malaka dijadikan basis untuk penjelajahan lebih lanjut di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Tome Pires, salah seorang penjelajah Portugis, mengunjungi pelabuhan-pelabuhan di pantai utara Pulau Jawa antara tahun 1512 dan 1515. Ia menggambarkan bahwa pelabuhan Sunda Kelapa ramai disinggahi pedagang-pedagang dan pelaut dari luar seperti dari Sumatra, Malaka, Sulawesi Selatan, Jawa dan Madura. Menurut laporan tersebut, di Sunda Kelapa banyak diperdagangkan lada, beras, asam, hewan potong, emas, sayuran serta buah-buahan.

Laporan Portugis menjelaskan bahwa Sunda Kelapa terbujur sepanjang satu atau dua kilometer di atas potongan-potongan tanah sempit yang dibersihkan di kedua tepi sungai Ciliwung. Tempat ini ada di dekat muaranya yang terletak di teluk yang terlindung oleh beberapa buah pulau. Sungainya memungkinkan untuk dimasuki 10 kapal dagang yang masing-masing memiliki kapasitas sekitar 100 ton. Kapal-kapal tersebut umumnya dimiliki oleh orang-orang Melayu, Jepang dan Tionghoa. Di samping itu ada pula kapal-kapal dari daerah yang sekarang disebut Indonesia Timur. 

Sementara itu kapal-kapal Portugis dari tipe kecil yang memiliki kapasitas muat antara 500 - 1.000 ton harus berlabuh di depan pantai. Tome Pires juga menyatakan bahwa barang-barang komoditas dagang Sunda diangkut dengan lanchara, yaitu semacam kapal yang muatannya sampai kurang lebih 150 ton.

Lalu pada tahun 1522 Gubernur Alfonso d'Albuquerque yang berkedudukan di Malaka mengutus Henrique Leme untuk menghadiri undangan raja Sunda untuk membangun benteng keamanan di Sunda Kalapa untuk melawan orang-orang Cirebon yang bersifat ekspansif. Sementara itu kerajaan Demak sudah menjadi pusat kekuatan politik Islam. Orang-orang Muslim ini pada awalnya adalah pendatang dari Jawa dan merupakan orang-orang Jawa keturunan Arab.

Maka pada tanggal 21 Agustus 1522 dibuatlah suatu perjanjian yang menyebutkan bahwa orang Portugis akan membuat loji (perkantoran dan perumahan yang dilengkapi benteng) di Sunda Kelapa, sedangkan Sunda Kelapa akan menerima barang-barang yang diperlukan. Raja Sunda akan memberikan kepada orang-orang Portugis 1.000 keranjang lada sebagai tanda persahabatan. 

Sebuah batu peringatan atau padraõ dibuat untuk memperingati peristiwa itu. Padrao dimaksud disebut sebagai layang salaka domas dalam cerita rakya Sunda Mundinglaya Dikusumah. Padraõ itu ditemukan kembali pada tahun 1918 di sudut Prinsenstraat (Jalan Cengkeh) dan Groenestraat (Jalan Nelayan Timur) di Jakarta.

Kerajaan Demak menganggap perjanjian persahabatan Sunda-Portugal tersebut sebagai sebuah provokasi dan suatu ancaman baginya. Lantas Demak menugaskan Fatahillah untuk mengusir Portugis sekaligus merebut kota ini. Maka pada tanggal 22 Juni 1527, pasukan gabungan Demak-Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) merebut Sunda Kelapa. 

Tragedi tanggal 22 Juni inilah yang hingga kini selalu dirayakan sebagai hari jadi kota Jakarta. Sejak saat itu nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai kota kemenangan atau kota kejayaan, namun sejatinya artinya ialah "kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha" dari bahasa Sanskerta, jayakṛta (Dewanagari जयकृत).

Masa kolonialisme Belanda

Kekuasaan Demak di Jayakarta tidak berlangsung lama. Pada akhir abad ke-16, bangsa Belanda mulai menjelajahi dunia dan mencari jalan ke timur. Mereka menugaskan Cornelis de Houtman untuk berlayar ke daerah yang sekarang disebut Indonesia. Eskspedisinya walaupun biayanya tinggi dianggap berhasil dan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) didirikan. Dalam mencari rempah-rempah di Asia Tenggara, mereka memerlukan basis pula. 

Maka dalam perkembangan selanjutnya pada tanggal 30 Mei 1619, Jayakarta direbut Belanda di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen yang sekaligus memusnahkannya. Di atas puing-puing Jayakarta didirikan sebuah kota baru. J.P. Coen pada awalnya ingin menamai kota ini Nieuw Hoorn (Hoorn Baru), sesuai kota asalnya Hoorn di Belanda, tetapi akhirnya dipilih nama Batavia. Nama ini adalah nama sebuah suku Keltik yang pernah tinggal di wilayah negeri Belanda dewasa ini pada zaman Romawi.

Menurut catatan sejarah, pelabuhan Sunda Kelapa pada masa awal ini dibangun dengan kanal sepanjang 810 meter. Pada tahun 1817, pemerintah Belanda memperbesarnya menjadi 1.825 meter. Setelah zaman kemerdekaan, dilakukan rehabilitasi sehingga pelabuhan ini memiliki kanal sepanjang 3.250 meter yang dapat menampung 70 perahu layar dengan sistem susun sirih.

Abad ke-19

Sekitar tahun 1859, Sunda Kalapa sudah tidak seramai masa-masa sebelumnya. Akibat pendangkalan, kapal-kapal tidak lagi dapat bersandar di dekat pelabuhan sehingga barang-barang dari tengah laut harus diangkut dengan perahu-perahu. Kota Batavia saat itu sebenarnya sedang mengalami percepatan dan sentuhan modern (modernisasi), apalagi sejak dibukanya Terusan Suez pada 1869 yang mempersingkat jarak tempuh berkat kemampuan kapal-kapal uap yang lebih laju meningkatkan arus pelayaran antar samudera. Selain itu Batavia juga bersaing dengan Singapura yang dibangun Raffles sekitar tahun 1819.

Maka dibangunlah pelabuhan samudera Tanjung Priok, yang jaraknya sekitar 15 km ke timur dari Sunda Kelapa untuk menggantikannya. Hampir bersamaan dengan itu dibangun jalan kereta api pertama (1873) antara Batavia - Buitenzorg (Bogor). Empat tahun sebelumnya (1869) muncul trem berkuda yang ditarik empat ekor kuda, yang diberi besi di bagian mulutnya.

Selain itu pada pertengahan abad ke-19 seluruh kawasan sekitar Menara Syahbandar yang ditinggali para elit Belanda dan Eropa menjadi tidak sehat. Dan segera sesudah wilayah sekeliling Batavia bebas dari ancaman binatang buas dan gerombolan budak pelarian, banyak orang Sunda Kalapa berpindah ke wilayah selatan.

Abad ke-20

Pada masa pendudukan oleh bala tentara Dai Nippon yang mulai pada tahun 1942, Batavia diubah namanya menjadi Jakarta. Setelah bala tentara Dai Nippon keluar pada tahun 1945, nama ini tetap dipakai oleh Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia. Kemudian pada masa Orde Baru, nama Sunda Kelapa dipakai kembali. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No.D.IV a.4/3/74 tanggal 6 Maret 1974, nama Sunda Kelapa dipakai lagi secara resmi sebagai nama pelabuhan. Pelabuhan ini juga biasa disebut Pasar Ikan karena di situ terdapat pasar ikan yang besar.

Sunda Kelapa saat ini

Pada saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa direncanakan menjadi kawasan wisata karena nilai sejarahnya yang tinggi. Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa adalah salah satu pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo II yang tidak disertifikasi International Ship and Port Security karena sifat pelayanan jasanya hanya untuk kapal antar pulau.

Saat ini pelabuhan Sunda Kelapa memiliki luas daratan 760 hektare serta luas perairan kolam 16.470 hektare, terdiri atas dua pelabuhan utama dan pelabuhan Kalibaru. Pelabuhan utama memiliki panjang area 3.250 meter dan luas kolam lebih kurang 1.200 meter yang mampu menampung 70 perahu layar motor. Pelabuhan Kalibaru panjangnya 750 meter lebih dengan luas daratan 343.399 meter persegi, luas kolam 42.128,74 meter persegi, dan mampu menampung sekitar 65 kapal antar pulau dan memiliki lapangan penumpukan barang seluas 31.131 meter persegi.

Dari segi ekonomi, pelabuhan ini sangat strategis karena berdekatan dengan pusat-pusat perdagangan di Jakarta seperti Glodok, Pasar Pagi, Mangga Dua, dan lain-lainnya. Sebagai pelabuhan antar pulau Sunda Kelapa ramai dikunjungi kapal-kapal berukuran 175 BRT. Barang-barang yang diangkut di pelabuhan ini selain barang kelontong adalah sembako serta tekstil. Untuk pembangunan di luar pulau Jawa, dari Sunda Kelapa juga diangkut bahan bangunan seperti besi beton dan lain-lain. 

Pelabuhan ini juga merupakan tujuan pembongkaran bahan bangunan dari luar Jawa seperti kayu gergajian, rotan, kaoliang, kopra, dan lain sebagainya. Bongkar muat barang di pelabuhan ini masih menggunakan cara tradisional. Di pelabuhan ini juga tersedia fasilitas gudang penimbunan, baik gudang biasa maupun gudang api.

Dari segi sejarah, pelabuhan ini pun merupakan salah satu tujuan wisata bagi DKI. Tidak jauh dari pelabuhan ini terdapat Museum Bahari yang menampilkan dunia kemaritiman Indonesia masa silam serta peninggalan sejarah kolonial Belanda masa lalu.

Di sebelah selatan pelabuhan ini terdapat pula Galangan Kapal VOC dan gedung-gedung VOC yang telah direnovasi. Selain itu pelabuhan ini direncanakan akan menjalani reklamasi pantai untuk pembangunan terminal multifungsi Ancol Timur sebesar 500 hektare.
Read more ...

Friday, 14 November 2014

Kota Wisata Boulevard Manado

Kota Wisata Boulevard Manado - Di malam hari, Kawasan Boulevard merupakan pusat di mana Anda dapat menemukan makanan Manado terbaik. Tempat ini juga merupakan ikon kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Tempat ini sebelumnya hanya pusat di mana pedagang kaki lima dan kafe jalanan yang melayani berbagai jenis masakan Manado. Makanan yang dijual dalam gerobak di sepanjang garis pantai, tapi kini daerah ini telah dimodernisasi dengan pembangunan mall dan pusat perbelanjaan yang melapisi jalanan Boulevard.

Saat ini, ada empat mal berada di sini, di antaranya adalah Manado Town Square (Mantos), Boulevard Mall, Bahu Mall dan Mega Mall. Disamping Bahu Mall dan Mega Mall Anda akan menemukan kafe, restoran dan warung makan yang melayani berbagai hidangan Manado juga hidangan Indonesia lainnya seperti gado-gado, bakso (bakso), nasi goreng dan makanan laut.




Mal ini terletak di Pierre Tendean Boulevard, yang merupakan landmark masyarakat setempat yang total panjangnya mencapi 4,1 kilometer, adalah jalan terluas dan terpanjang di daerah pesisir.

Akomodasi


Manado menawarkan berbagai macam hotel, cottage dan bungalow dengan tingkat harga yang berbeda. Hotel terletak di sepanjang jalan Pierre Tendean antara lain hotel Formosa dan Hotel Quality.

Transportasi


Kawasan Boulevard terletak di sepanjang Jalan Pierre Tendean, Manado dan dapat diakses oleh angkutan umum atau mobil pribadi. Lokasinya sangat strategis dan telah menjadi daya tarik baru bagi penduduk setempat dengan banyak perusahaan, hotel, mal dan restoran.

Read more ...

Wisata Sejarah Danau Limboto

Wisata Sejarah Danau Limboto - Danau Limboto seluas 3.000 hektar jelas memiliki peran penting bagi wilayah sekitarnya sebagai daerah resapan air bagi daerah di sekitarnya. Letak administratif danau ini berada di Kecamatan Limboto, Gorontalo. 

Selain memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, danau ini adalah salah satu tempat yang menarik sebagai tujuan wisata. Pagi hari ataupun menjelang senja merupakan waktu paling baik untuk mengunjungi Danau Limboto. Saat Matahari terbit atau tenggelam, pemandangan danau kian semarak oleh kilau cahaya Matahari yang jatuh di permukaan air danau dan warna langit yang berubah warna.

Memancing, berkeliling danau dengan berperahu, atau menikmati pemandangan bunga teratai dan eceng gondok mekar adalah beberapa daya tarik yang dapat Anda lakukan di danau ini. Kekayaan danau berupa ikan air tawar pun dapat dimanfaatkan untuk memancing. 




Danau Limboto juga merupakan muara dari lima sungai besar, yaitu: Sungai Bone Sungai Bolango, Sungai Daenaa, Sungai Alo, Sungai Bionga, dan Sungai Molalahu. Air Danau Limboto dialirkan melalui Sungai Topadu yang bermuara di Teluk Tomini dengan jarak sekitar 10 km.

Pada era 1950-an, danau yang memiliki kedalaman hingga 27 m ini pernah menjadi landasan mendarat bagi pesawat amphibi yang ditumpangi Presiden Soekarno. Bung Karno saat itu tengah melakukan kunjungan ke Gorontalo. Sayangnya, kian tahun danau ini semakin dangkal saja. Diperkirakan saat ini kedalaman danau hanya sekira 3-7 m saja. 

Pendangkalan Danau Limboto diakibatkan oleh erosi dan sedimentasi  yang diakibatkan kegiatan pertanian yang tidak mengindahkan konservasi tanah dan pembukaan hutan. Hal ini hendaknya menjadi perhatian bagi pihak terkait mengingat peran penting danau tersebut. 

Bagaimana pun juga menjaga danau ini menjadi tanggung jawab bersama. Apabila dibiarkan maka diprediksikan 15 tahun lagi danau ini akan lenyap atau rata dengan permukaan darat. Padahal, Danau Limboto sangat vital perannya sebagai tangkapan air hujan untuk mencegah banjir di Gorontalo.

Akomodasi


Mengingat lokasi danau yang tak jauh dari pusat Kota Gorontalo, menginap di kota ini dapat menjadi pilihan Anda. Berikut adalah daftar beberapa pilihan Anda.

Quality Hotel Gorontalo
Jl. A. Yani Kota Gorontalo
Tlp: (0435) 822222, Fax (+62435) 821111

Saronde Hotel
Jalan. Walanda Marmis 
Tlp: (0435) 824144

Yulia Hotel
Jl. Ahmad Yani 
Tlp: (0435) 828395

Wisata Hotel
Jl.23 Januari 
Tlp : (0435) 821736

Transportasi


Danau Limboto sangat mudah diakses. Letaknya tak jauh dari Bandara Jalaluddin, yaitu sekira 17 km atau 15 menit berkendara. Untuk mencapai lokasi, Anda tinggal naik taksi atau mobil sewaan dari bandara. 

Apabila Anda ingin berkeliling danau dengan menumpang perahu, terdapat sejumlah jasa perahu sewaan yang dapat dimanfaatkan. Harga atau tarif biasanya sesuai kesepakatan dengan penyewa perahu. Danau Limboto adalah kawasan wisata yang dapat dinikmati dan dikunjungi pesona kecantikannyasecara gratis. Tidak ada biaya masuk kawasan danau yang luas ini.
Read more ...
Copyright 2014 Indo Wisata - Designed By VungTauZ.Com